Sementara semua org
berkerumun didepan perpustakaan, disalah satu lorong diantara gedung
perpustakaan dengan gedung tua yang tidak terpakai tiga orang lelaki tampak
asik berbincang2. Jika ada yang memperhatikan, mereka akan mengambil kesimpulan
bahwa ketiganya sedang membicarakan perihal kematian pak londra. Suara-suara
perbincangan disekitar mereka agak meredam suara ketiganya.
"sial...!" kata salah seorang pria bertubuh gempal dengan luka jelek diantara kedua alisnya "aku tidak melihat si gembel itu. Menurut kalian, apakah ia melihatku dengan jelas? Bagaimana klo ia menceritakan soal kunjunganku tepat sebelum pria tua itu mati?" katanya lg dengan nada kawatir.
"tenanglah..." kata pria didepannya. Ia tampak jangkung dengan mantel dan sepatu bootnya. Ditangannya tampak sebuah tato aneh, berupa lingkaran dengan segitiga ditengahnya. "tidak akan ada percaya perkataan seorang pemabuk. Dan andaikan ia melihat, ia tidak akan mengenalimu. Kau memilih waktu yang tepat untuk masuk kedalam prpustakaan itu" suara pria jangkung itu aga menenangkan pria bercodet, meskipun sisa2 kekawatiran masih tampak jelas dari caranya mengusap2 bekas lukanya. Pria jangkung itu kembali berkata sambil mengacungkan jari telunjuknya ke muka pria bercodet yang tampak semakin gugup "yg kukawatirkan sekarang adalah, apakah racun yg kau berikan bekerja dengan cukup cepat? Akan sangat sial bagi kita kalau lelaki tua itu masih mampu meninggalkan petunjuk, sekecil apapun bagi gadis itu?".
Yang ditanya hanya bisa menggaruk2 kepala botaknya sambil berusaha mengingat2 keampuhan racun yg sudah sering kali dipakainya untuk membunuh tikus2 pengganggu sejak 5 tahun lalu. Racun yang diraciknya sendiri dengan menggunakan tanaman beracun poritte ditambah sejumput ini dan itu. Racun yang diuji cobakan pada salah seorang tetangganya yang memberikan luka jelek diwajahnya. Selama ini racun itu tidak pernah mengecewakannya
Pria yang bernama vorten
hanya mengangguk2. Katanya dengan nada dingin "aku memang berencana
mengajak nyonya brein untuk makan malam, akan kutanyakan padanya. Dan jika
jawabannya mengecewakan, maka kawanku yang baik... Harus menyelesaikan masalah
ini dengan sangat segera". Sambil mengibaskan mantelnya, ia berbalik
meninggalkan dua pria dibelakangnya. "tenanglah kawan, tidak akan ada
jawaban yang mengecewakan. Tidurlah.. Mungkin malam ini ada tugas baru
menantimu" si pria jangkung menepuk2 bahu pria bercodet dengan gaya
menenangkan. Lalu melangkah pergi menuju utara, meninggalkan pria bercodet
dalam kegelisahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar